Sikap Terhadap Orang-orang Berwala’ kepada Seorang Mubtadi’

  • belajar islam
  • kata
    • kata lucu
    • kata bijak
    • kata mutiara
    • kata cinta
    • kata gokil
  • lucu
    • gambar lucu
    • pantun lucu
    • tebakan lucu
    • kata lucu
    • cerita lucu
  • berita
    • berita unik
    • berita politik
    • berita artis
    • berita aneh
  • kesehatan
    • asam urat
    • kanker
    • jantung
    • hepatitis
    • ginjal
    • asma
    • lambung
  • gambar
    • gambar unik
    • gambar lucu
    • gambar aneh
    • gambar animasi
    • video lucu
  • hoby
    • burung
    • ikan
    • piaraan
  • contoh
    • surat lamaran
    • recount text
    • descriptive text
    • curriculum vitae
    • deskripsi
  • video
    • video lucu
    • video hantu
    • video polisi
    • video totorial
    • video panas
    • video lagu
  • blog
    • SEO
    • template
    • script
    • widget
    • backlink
    • imacros
  • komputer
    • excel
    • macro excel
Home » ahli bid’ah » bara' » benci » cinta » loyal » menyikapi ahli bidah » mubtadi’ » wala’ » Sikap Terhadap Orang-orang Berwala’ kepada Seorang Mubtadi’

Sikap Terhadap Orang-orang Berwala’ kepada Seorang Mubtadi’

Ada seorang -yang di sini tidak disebutkan namanya- yang telah dinyatakan oleh para ulama sebagai ahli bid’ah (mubtadi’) dengan jarh mufassar, kemudian masih ada sebagian orang yang berwala’ kepadanya. Lalu bagaimana sikap kaum muslimin terhadap orang-orang yang berwala’ kepadanya? Berikut ini arahan dan bimbingan Syaikh Ubaid al-Jabiri hafizhahullah tentang hal itu:
“Adapun orang-orang yang berwala’ kepadanya, maka barangsiapa yang membelanya dengan penuh penentangan dan kesombongan dari kebenaran, maka berhati-hatilah darinya .... berhati-hatilah darinya .... berhati-hati dan dijauhi ...
Demikian juga dihajr jika dia menyebarkan pemikirannya. Aku berpendapat: Orang yang membelanya dengan pembelaan yang memperbolehkan pendapat-pendapat orang itu dan memandang baik madzhabnya, maka ini -barakallahu fik- berhati-hati darinya. Dan termasuk kehati-hatian yang sempurna dengan menghajrnya. ....
Adapun orang yang tawaqquf (diam tidak mengambil sikap terhadap mubtadi’ itu) tetapi dia bersama kalian membantu kalian dalam perkara birr dan takwa, menyebarkan tauhid dan sunnah, maka orang ini berlemah-lembutlah dengannya, dan pelan-pelanlah, sehingga sunnah akan mengembalikan dia kepada kalian Insya Allah. Ya ....
Intinya, bahwa barangsiapa yang berwala’ kepada ...... (orang yang telah dinyatakan sebagai mubtadi’, admin) ada dua kelompok:
Satu kelompok: yang membelanya, berdebat membelanya, membolehkan prinsip yang dia pegang, dan berpandangan bahwa dia tidak salah, atau menyepelekan kesalahan-kesalahannya. Maka orang ini berhati-hatilah darinya dan dihajr. Tidak ada kemuliaan baginya. Kalian faham? Yakni berhati-hatilah kalian darinya dan hajr-lah pelajaran-pelajarannya. Jangan kalian mengajaknya musyawarah. Ini bila dia adalah penuntut ilmu di antara kalian. Adapun jika dia orang awam, maka mereka tidak faham sedikitpun.
Kelompok kedua: yang berhati-hati atasnya dan memandang bahwa orang itu menjaga nasehat dan tidak membela kesalahan-kesalahan orang itu, dimana dia berkata: “Ya di sisinya ada demikian dan demikian” akan tetapi dia berhati-hati atasnya, maka berlemah lembutlah kepadanya, dan bantulah dia dalam memberikan nasehat kepada gurunya yang dia pandang ringan kesalahan-kesalahannya, sampai dia kembali kepada kalian Insya Allah. Adapun jika dia kembali menyebarkan pemikirannya, maka gabungkanlah dengan kelompok pertama.
(Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=125637&view=findpost&p=617578)
Ditulis oleh Unknown, Sabtu, 14 Januari 2012 22.22- Rating: 4.5

Judul : Sikap Terhadap Orang-orang Berwala’ kepada Seorang Mubtadi’

Deskripsi : Ada seorang -yang di sini tidak disebutkan namanya- yang telah dinyatakan oleh para ulama sebagai ahli bid’ah (mubtadi’) dengan jarh mufassa...
keyword :Sikap Terhadap Orang-orang Berwala’ kepada Seorang Mubtadi’, ahli bid’ah, bara', benci, cinta, loyal, menyikapi ahli bidah, mubtadi’, wala’

Belum ada komentar untuk "Sikap Terhadap Orang-orang Berwala’ kepada Seorang Mubtadi’"

Posting Komentar

Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)
Postingan Populer
  • Perguruan Mahesa Kurung (MK) Al Mukarromah
    sumber : http://swaramuslim.net/galery/sekte/index.php?page=MUI-mahesa_kurung Fatwa MUI Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bogo...
  • Kajian Nasional Yogyakarta Bersama Masyayikh Ahlussunnah Salafi 1434 H 2013 Yogyakarta
    Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillah, dengan izin dan pertolongan Allah, insya Allah akan hadir kembali: KAJIAN ISLAM ILMIAH AHLUS...
  • Download Ebook: Panduan I'tikaf
    Bulan Ramadhan hampir habis, dan hari ke dua puluh tinggal hitungan jam.. di hari ke sepuluh terakhir di bulan ramadhan Ada amalan yang Ro...
  • Kenapa Saya Tidak Ikut Merayakan Maulid Nabi?
    Kenapa Saya Tidak Ikut Merayakan Maulid Nabi?   22 Argumen Orang-orang yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi Beserta Bantahannya Al Ustadz ...
  • Script Download
    Bismillah. Untuk menampilkan link download di blog ini ke blog Antum, silakan copy script di bawah ini kemudian paste di blog Antum. Jazaku...
  • Aplikasi Dakwah untuk Smartphone
    Salam Dakwah adalah situs dan aplikasi untuk Smartphone, seperti BlackBerry, Android, iPhone, dan Tablet yang memungkinkan Anda untuk mend...
  • bibel_quran_sains.chm
    http://www.mediafire.com/download.php?pa50971darua6tt
  • Panduan Ringkas di Bulan Ramadhan
     بِسْمِ ﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaih...
  • Al-Qur’an untuk orang hidup bukan untuk orang mati
    Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yang lebih mengherankan, ada di kalangan ummat Islam ini yang salah dalam menyikapi Al-Qur’an. Mereka menjadika...
  • KUMPULAN EBOOK ISLAM
    Written by As'ad Fatkhul Ilmi  http://dakekito.blogspot.com/2013/03/kumpulan-ebook-islam.html?showComment=1362801635968#c7786393194...

Info belajar islam © Sikap Terhadap Orang-orang Berwala’ kepada Seorang Mubtadi’