Dzikir-dzikir Syar'i di Iedhul Fithri dan Adha

  • belajar islam
  • kata
    • kata lucu
    • kata bijak
    • kata mutiara
    • kata cinta
    • kata gokil
  • lucu
    • gambar lucu
    • pantun lucu
    • tebakan lucu
    • kata lucu
    • cerita lucu
  • berita
    • berita unik
    • berita politik
    • berita artis
    • berita aneh
  • kesehatan
    • asam urat
    • kanker
    • jantung
    • hepatitis
    • ginjal
    • asma
    • lambung
  • gambar
    • gambar unik
    • gambar lucu
    • gambar aneh
    • gambar animasi
    • video lucu
  • hoby
    • burung
    • ikan
    • piaraan
  • contoh
    • surat lamaran
    • recount text
    • descriptive text
    • curriculum vitae
    • deskripsi
  • video
    • video lucu
    • video hantu
    • video polisi
    • video totorial
    • video panas
    • video lagu
  • blog
    • SEO
    • template
    • script
    • widget
    • backlink
    • imacros
  • komputer
    • excel
    • macro excel
Home » Fiqh » Dzikir-dzikir Syar'i di Iedhul Fithri dan Adha

Dzikir-dzikir Syar'i di Iedhul Fithri dan Adha

Penulis: Al Ustadz Abdul Mu’thi

Tidak diragukan lagi bahwa Iedul Fithri dan Iedul Adha adalah hari-hari besar bagi kaum Muslimin di seluruh dunia, mulai dari masa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam sampai saat ini. Dan dalam kitab-kitab sejarah disebutkan bahwa ‘Ied yang pertama kali disyariatkan Allah di dalam Islam adalah Idul Fithri yaitu pada tahun kedua Hijriah. (Subulus Salam karya Imam Ash Shon’ani cetakan Darul Rayyan Lit Turats jilid 2 hal 144).

Dua hari raya tersebut adalah sebagai ganti dari hari raya yang ada pada masa Jahiliyyah. Kaum Muslimin disunnahkan untuk menampakkan kegembiraan pada kedua hari agung itu.

Diriwayatkan dalam sebuah hadits: “Dari Anas Radhiallahu anhu, dia berkata: Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam datang ke Madinah sementara penduduk Madinah mempunyai dua hari yang mereka bermain-main padanya. Maka beliau bersabda, ‘Allah telah menggantikan kepadamu yang lebih baik dari keduanya: Idul Adha dan Idul Fithri.” (HR. Abu Dawud dan Nasai dengan sanad SHAHIH)

Dengan adanya hadits ini, maka cukuplah bagi kita untuk ridha dengan apa yang telah Allah tetapkan. Tidak perlu kita mengadakan perayaan-perayaan selain apa yang telah Allah tetapkan. Sebagaimana yang sering kita jumpai saat ini, seperti perayaan maulid Nabi, Isara’ Mi’raj, Nuzulul Qur’an, dan lain-lain. Semuanya itu akan menjerumuskan kita dalam perbuatan bid’ah.

Adanya kedua hari Raya itu juga mencegah kita agar tidak ambil bagian dalam perayaan hari besar orang-orang kafir, seperti Natal Bersama, Waisak, Galungan, dan lain sebagainya. Sebagian ulama bahkan telah mengambil istinbath hukum tentang makruhnya ikut bergembira pad hari raya orang-orang kafir dan musyrik tersebut. Bahkan Syaikh Abu Hafsh Al-Busty dari kalangan ulama Hanafiyah berkata: “Barangsiapa menghadiahkan sebutir telur kepada seorang musyrik dalam rangka mengagungkan hari raya mereka, maka dia telah kafir kepada Allah”. (Subulus Salam karya Imam Ash Shon’ani cetakan Darul Rayyan Lit Turats jilid 2 hal 145).

Idul Fithri dan Idul Adha adalah hari-hari bergembira bagi kita. Pada kedua hari itu, kita disunnahkan untuk mandi, memakai minyak wangi, dan berpakaian dengan pakaian yang paling bagus yang kita miliki (Lihat Fiqhus Sunnah, karya Sayyid Sabiq jilid 1 hal 303 dan Subul Salam jild 2 hal 148). Telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas secara marfu’ dari Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam: “Beliau memakai burdah (pakaian bergaris untuk diselimutkan di badan) berwarna merah pada hari ‘Ied. (SHAHIH, lihat As-Shahihah karya Al Albani no. 1279)

Ibnul Qayyim berkata: “Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam memakai pakaiannya yang paling bagus pada dua hari Raya (Iedhu Fithri dan Iedul Adha). Beliau juga memiliki perhiasan yang khusus dipakai pada dua hari raya tersebut dan pada hari Jum’at.”

Termasuk pula perkara-perkara yang masyru’ (disyariatkan) di hari ‘Ied ialah melakukan permainan-permainan yang mubah dan mendengarkan nasyid (nyanyian Islami) yang baik, yang dinyanyikan oleh dua orang jariyah (budak wanita kecil) sebagaimana tersebut dalam hadits riwayat Bukhari, Muslim dll. Akan tetapi, tentu saja semua itu tidak boleh sampai melalaikan kita dari ketaatan kepada Allah dan berdzikir kepadaNya. Disini akan disebutkan beberapa doa dan dzikir yang berkaitan dengan ‘Ied.

1. Takbir pada Hari ‘Ied
Sebenarnya tidak ada perbedaan antara takbir Iedhul Fithri dan Iedhul Adha, meskipun para Ulama berbeda pendapat tentang kapan dimulainya takbir tersebut. (Lihat al Adzkar Imam An Nawawi cetakan Darul Huda hal 250). Tapi yang jelas pendapat yang kita pegangi adalah pendapat yang jumhur (mayoritas), yaitu yang menyatakan bahwa takbir Iedhul Fithri itu dimulai ketika keluarnya imam untuk sholat sampai permulaan khutbah. Imam Al Hakim pernah mengatakan : “Ini adalah sunnah yang telah biasa dilakukan oleh para Imam-Imam Ahlul Hadits dan telah shahih riwayat-riwayat dari Ibnu Umar dan sahabat yang lain mengenai hal ini.”

Adapun takbir Iedhul Adha (Ini merupakan riwayat paling shahih oleh sahabat Ali dan Ibnu Mas’ud sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari’ 2/536) dimulai dari waktu subuh pada hari Arafah sampai Ashar hari-hari tasyriq yaitu hari ke 11, 12 dan 13 Dzulhijjah. Dan dilakukan pada setiap waktu. Lafadz yang paling shahih dalam bertakbir adalah sebagaimana dalam riwayat Imam Abdur Razzaq dari Salman :
كَبِّرُوْا... اَلله أَكْبَرُ، اَلله أَكْبَرُ، اَلله أَكْبَرُ، كَبِيْرًا... {رواه عبد الرق بسند الصحيح}
“Bertakbirlah kamu : Allahu Akbar (Allah Maha Besar), Allahu Akbar, Allahu Akbar, Kabiira.” (Shohih, HR Imam Abdur Razzaq dari Salman Radiyallahu ‘anhu, lihat Subulus Salam 2/147)

Dan syaikh Al Albani membawakan riwayat dari Ibnu Abi Syaibah dari Ibnu Mas’ud radiyallahu ‘anhu :
اَلله أَكْبَرُ، اَلله أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اَلله أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ { رواه ابن أبي شيبة و اسند الصحيح}
“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaha illallahu wallahu akbaru, Allahu akbar walillahil hamdu.”
Artinya : Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada sesembahan yang benar selain Allah, Allahu Maha Besar, Allah Maha Besar dan untuk Allah-lah segala pujian. (HR Ibnu Abi Syaibah dari Ibnu Mas’ud 2/168, Shohih, Al Albani dalam Tamamul Minnah cet. Darur Rayyah hal 356).

Ibnu Hajar Al Atsqolani dalam Fathul Bari mengatakan : “Dan pada zaman ini telah diada-adakan tambahan (lafadz takbir) itu yang tidak ada asalnya sama sekali.”

2. Ucapan Selamat pada hari Ied
Hadits Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam : (Artinya ) “Dari Jabir bin Nafir, berkata : Para Sahabat Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam apabila mereka saling berjumpa pada hari Ied, satu sama lain saling mengucapkan :
(تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكَ)
Taqobalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalan kami dan amalanmu).” (HR Al Mahamili dalam kitab Shalatul Iedain 2/129. Berkata al Hafidz Suyuthi : “Sanadnya Hasan (bagus)”. Lihat Tamamul Minnah karya al Albani hal 355).

Inilah beberapa dzikir yang berkaitan dengan hari Ied yang dinukilkan dari beberapa kitab para ulama. Semoga Allah memberi manfaat kepada seluruh kaum Muslimin dengan tulisan ini, sehingga kita semua termasuk dari hamba Allah yang selalu berdzikir kepada-Nya. Wallahu a’lam bish showab.

Maraji’ :
1. Subulus Salam oleh Imam as-Shon’ani
2. Fiqhus Sunnah karya Sayyid Sabiq
3. Tamamul Minnah karya Syaikh Nashiruddin al Albani
4. Fathul Bari karya al Hafidz Ibnu Hajar
5. Al Adzkar oleh Imam Nawawi

(Dikutip dari majalah Salafy Edisi III/Syawwal/1416/1996, rubrik Dzikir, judul asli “Dzikir-Dzikir yang Disyariatkan pada Iedul Fithri Atau Iedul Adha”, penulis al Ustadz Abdul Mu’thi al Maidani).
Ditulis oleh Unknown, Minggu, 05 September 2010 19.56- Rating: 4.5

Judul : Dzikir-dzikir Syar'i di Iedhul Fithri dan Adha

Deskripsi : Penulis: Al Ustadz Abdul Mu’thi Tidak diragukan lagi bahwa Iedul Fithri dan Iedul Adha adalah hari-hari besar bagi kaum Muslimin di seluruh ...
keyword :Dzikir-dzikir Syar'i di Iedhul Fithri dan Adha, Fiqh

Belum ada komentar untuk "Dzikir-dzikir Syar'i di Iedhul Fithri dan Adha"

Posting Komentar

Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)
Postingan Populer
  • Perguruan Mahesa Kurung (MK) Al Mukarromah
    sumber : http://swaramuslim.net/galery/sekte/index.php?page=MUI-mahesa_kurung Fatwa MUI Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bogo...
  • Kajian Nasional Yogyakarta Bersama Masyayikh Ahlussunnah Salafi 1434 H 2013 Yogyakarta
    Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillah, dengan izin dan pertolongan Allah, insya Allah akan hadir kembali: KAJIAN ISLAM ILMIAH AHLUS...
  • Download Ebook: Panduan I'tikaf
    Bulan Ramadhan hampir habis, dan hari ke dua puluh tinggal hitungan jam.. di hari ke sepuluh terakhir di bulan ramadhan Ada amalan yang Ro...
  • Kenapa Saya Tidak Ikut Merayakan Maulid Nabi?
    Kenapa Saya Tidak Ikut Merayakan Maulid Nabi?   22 Argumen Orang-orang yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi Beserta Bantahannya Al Ustadz ...
  • Script Download
    Bismillah. Untuk menampilkan link download di blog ini ke blog Antum, silakan copy script di bawah ini kemudian paste di blog Antum. Jazaku...
  • Aplikasi Dakwah untuk Smartphone
    Salam Dakwah adalah situs dan aplikasi untuk Smartphone, seperti BlackBerry, Android, iPhone, dan Tablet yang memungkinkan Anda untuk mend...
  • bibel_quran_sains.chm
    http://www.mediafire.com/download.php?pa50971darua6tt
  • Panduan Ringkas di Bulan Ramadhan
     بِسْمِ ﷲِالرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaih...
  • Al-Qur’an untuk orang hidup bukan untuk orang mati
    Penulis: Ustadz Abu Ubaidah Yang lebih mengherankan, ada di kalangan ummat Islam ini yang salah dalam menyikapi Al-Qur’an. Mereka menjadika...
  • KUMPULAN EBOOK ISLAM
    Written by As'ad Fatkhul Ilmi  http://dakekito.blogspot.com/2013/03/kumpulan-ebook-islam.html?showComment=1362801635968#c7786393194...

Info belajar islam © Dzikir-dzikir Syar'i di Iedhul Fithri dan Adha